Sabtu, 20 Desember 2014

Contoh Kasus Etika Deontologi

Pemerintah Kota Bekasi mendapati sejumlah perusahaan yang berlokasi di sepanjang bantaran Kali Bekasi melanggar sejumlah peraturan yang berlaku. Jika pelanggaran tak diperbaiki dan terus dilakukan, bukan tidak mungkin perusahaan bersangkutan akan dipidanakan seperti yang dialami tiga perusahaan sebelumnya.

Teori Etika Deontologi

Etika deontologis atau deontologi adalah pandangan etika normatif yang menilai moralitas suatu tindakan berdasarkan kepatuhan pada peraturan. Etika ini kadang-kadang disebut etika berbasis "kewajiban" atau "obligasi" karena peraturan memberikan kewajiban kepada seseorang. Etika deontologis biasanya dianggap sebagai lawan dari konsekuensialisme, etika pragmatis, dan etika kebajikan.

Sabtu, 22 November 2014

Masa Lalu? Nikmatin aja :)

Semua orang punya masa lalu, entah itu baik, buruk, menyenangkan, menyedihkan atau bahkan menyakitkan. Tapi masa lalu hanya lah masa lalu yang tak dapat lagi terulang, masa lalu hanya bisa di jadikan pelajaran hidup, jika masa lalu itu indah, tentu akan menyenangkan ketika diingat. Tapi, masa lalu menyedihkan dan menyakitkan mungkin akan membuka luka lama ketika teringat. Dan yang dapat kita lakukan hanyalah menerima masa lalu pahit dan menjadikannya pelajaran hidup.

Minggu, 02 November 2014

For The Rest Of My Life, I Love You :)

Bekasi, 30 oktober 2014
Kepada yang tersayang, Andri Pratama
Rasanya begitu menyenangkan menemukan seseorang yang begitu berbeda. Ya, aku dan kamu begitu berbeda. Tapi entah mengapa aku sangat menikmati perbedaan itu. Dan tanpa kusadari, aku jatuh cinta pada perbedaan kita. Ribuan hari telah kulewati bersama mu, mencoba mengenali, memahami dan mendalami segala perbedaan di antara kita. Ya, pebedaan yang begitu indah. Aku menyukai caramu berjalan yang jauh berbeda dengan caraku. Aku menyukai mengerti jalanmu berfikir yang sangat berbeda dengan caraku berfikir. Aku menyukai segala ketidak tertarikanmu untuk segala bidang yang justru sangat aku sukai. Aku menyukai segala yang ada di dirimu, tentang segala perbedan kita. Satu yang menyatukan kita, keyakinan.

Selasa, 28 Oktober 2014

Artikel Ekonomi & Bisnis

BANK MANDIRI KEMBANGKAN BISNIS KE HONGKONG

Berita ekonomi hari ini  Bank Mandiri sukses mengembangkan bisnis ke Hongkong. Hingga September 2014 ini, total transaksi trade finance mencapai 406,5 juta dolar AS. Sementara, total kredit yang disalurkan oleh perseroan melalui Bank Mandiri Hongkong menembus angka 161,6 juta dolar AS.
Ekspansi PT Bank Mandiri Tbk di Hongkong ini digunakan untuk bisnis dua sisi, yaitu mendukung bisnis perusahaan di Indonesia menuju Hongkong, maupun dari arah sebaliknya. Terjadi peningkatan drastis transaksi trade finance dari periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 385 juta dolar AS.

Senin, 27 Oktober 2014

Bisnis dan Etika

BISNIS DAN ETIKA

Sebagian orang berpendapat kalau bisnis dan etika tidak punya kaitan sama sekali. bisnis jika terlalu banyak mementingkan etika akan semakin jauh tertinggal dengan kompetitor. pernyataan ini jelas sangat salah. bayangkan saja bila satu perusahaan melakukan banyak cara yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyrakat, bahkan cenderung tidak disukai masyarakat, hal tersebut akan berdampak turunnya citra perusahaan di mata masyarakat sebagai konsumen.

Sabtu, 07 Juni 2014

Semi Ilmiah



Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya. Semi ilmiah ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya pun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misalnya dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen. Karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Jumat, 06 Juni 2014

Resensi novel "Summer Breeze"



Judul Buku          : Summer Breeze –Cinta nggak pernah salah…
Penulis                 : Orizuka
Penerbit              : Puspa Swara
Terbit                    : 2008 (cetakan ke 7)
Tebal Buku          : 216 halaman

Ringkasan Novel "Summer Breeze"



Ringkasan Novel “Summer Breeze”



Ares dan Orion adalah anak laki-laki kembar. Reina adalah anak perempuan teman bermain Ares dan Orion sewaktu kecil. Mereka bertiga berjanji untuk selalu bersama. Suatu hari mereka membuat surat permohonan yang ditulis di kertas dan dimasukkan ke dalam kaleng biskuit lalu di kubur dibawah pohon akasia di taman dekat rumah mereka, dan akan membaca surat itu sepuluh tahun yang akan datang. Tapi tak lama kemudian Reina pindah ke Amerika karena tugas Ayahnya. Membuat Ares dan Orion kecil sedih dan kehilangan atas kepindahan Reina.
Kini Ares dan Orion sudah remaja, mereka kuliah di tempat yang sama. Ares selalu dianggap bodoh oleh keluarganya, sehingga dia menjadi pemuda yang emosional, skeptis, urakan, dan suka berkelahi, dia mendapat julukan preman kampus. Berbeda dengan Orion, dia mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik dan olahraga, dan dia menjadi bintang di kampusnya dan menjadi kebanggaan orang tuanya.

Sabtu, 03 Mei 2014

Teori Proposal



Teori Tentang Proposal
Pada dasarnya, proposal penelitian merupakan rencana penelitian yang akan dilaksanakan. Dengan demikian, proposal paling tidak memuat (1) lingkup masalah dan perumusan masalah; (2) aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian; (3) metodologi penelitian; (4) instrumen penelitian; (5) teknik analisa data; dan (6) rencana kegiatan penelitian.

Dari Mana Ide Penelitian Diperoleh ??

a. Kehidupan Sehari-hari

Topik/ide penelitian sebenarnya banyak di sekitar kita. Jika mengambil dari kehidupan sehari-hari, sebagai mahasiswa maupun karyawan kita bisa melihat banyak fenomena yang terjadi di kampus maupun di kantor. Misalnya pada suatu kelas terdiri dari 20 mahasiswa. Untuk mata kuliah Metode Penelitian sebagian besar (lebih dari 50%) mahasiswa tidak lulus atau harus mengulang. Naah..ini masalah…. ketika masalah sudah ada, kita bisa melihat apa yang menyebabkannya. Ambil dari fenomena di lapangan dan kuatkan dengan teori yang berkembang, misalnya metode pengajaran dosen yang membosankan, kebisingan kelas, materi pelajarannya yang terlalu banyak dll. Dari masalah ini kita menentukan ide yaitu pengaruh metode pengajaran, sifat kepribadian dosen, bla.bla terhadap prestasi pelajaran mahasiswa.

b. Masalah Praktis

Ide juga bisa timbul dari masalah praktis. Misalnya, direktur perusahaan menerima laporan bahwa tingginya angka perputaran (turnover) pegawai, padahal gaji yang diberikan sudah di atas standar. Jadi disinilah letak masalahnya, ketika turnover tinggi maka paling tidak akan merugikan bagi perusahaan dalam dua hal, pertama, biaya yang dikeluarkan untuk proses rekrutmen sampai dengan pelatihan. Dan kedua, pegawai yang baru tentu saja harus beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, sehingga tentu saja akan mempengaruhi suasana kerja.

Setelah itu, ide ini harus dikembangkan dengan melakukan kajian teori mengenai faktor-faktor penyebab turnover dan lakukan crosscek dengan fenomena di lapangan. Sehingga akan ditemukan ide yang lebih luas, misalnya gaji yang diberikan tinggi tapi tidak ada jalur karir, atasan yang terlalu otoriter, dll.

c. Hasil Penelitian sebelumnya dan teori yang berkembang

Ide juga bisa datang dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya hasil penelitian yang diungkap dalam sebuah jurnal menyatakan bahwa kecerdasan emosi mempengaruhi kesuksesan seseorang, namun ada juga penelitian yang menyatakan bahwa IQ lebih berpengaruh. Dari dua hasil penelitian ini menarik untuk dijadikan ide atau topik penelitian yang baru.

Yang perlu diperhatikan

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian sebelum memutuskan apakah topik yang akan dipilih diteliti atau tidak antara lain :

Pertama, mengenai keterbatasan waktu. Peneliti harus melihat apakah waktu yang ada cukup untuk meneliti suatu masalah. Waktu juga berpengaruh terhadap jenis penelitian yang akan dilakukan (jenis-jenis penelitian akan dijelaskan lebih lanjut). Jika untuk melakukan penelitian eskperimen mengenai pengaruh metode pengajaran terhadap prestasi siswa. Penelitian seperti ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu yang singkat, mengingat metode pengajaran yang diberikan tidak mungkin hanya dilakukan pada satu sesi kemudian prestasi diukur. Paling tidak, agar efektif metode pengajaran dilakukan beberapa kali, dan prestasi siswa dapat dilihat pada akhir semester. Jika waktu yang tersedia memang terbatas, ada baiknya peneliti merubah topik atau merubah metode penelitian yang akan dilakukan.

Kedua, tingkat kesulitan. Peneliti perlu memperhatikan apakah topik yang akan dipilih apakah mudah atau sulit untuk dilakukan. Jika akan meneliti pengaruh motivasi terhadap kinerja, maka apakah peneliti dapat memberikan kuesioner untuk dijawab ? dapatkah motivasi diukur ? apakah ada pihak-pihak yang kurang mendukung ? dan berbagai kendala lainnya. Untuk meminimalisir hal-hal semacam ini, yang perlu dilakukan akan melakukan penelitian awal. Jika memang topik penelitian sulit dilakukan, maka sebaiknya peneliti mengganti dengan topik lain. Kesulitan lain juga datang dari diri sendiri, yaitu penguasaan materi. Untuk meneliti sebuah masalah, peneliti harus menguasai konsep dasar teorinya, sehingga peneliti tau benar apa yang sebenarnya dilakukannya.

Ketiga, ketersediaan subjek. Perlu dipertimbagkan apakah subjek penelitian dapat dengan mudah diperoleh. Misalnya seperti penelitian tentang motivasi dan kinerja di atas. Apakah subjeknya mudah didapatkan ? jika meneliti pada beberapa perusahaan, maka apakah ijin penelitian mudah didapatkan ? dan apakah pegawai yang akan diteliti mau dijadikan subjek penelitian ?. Jika subjek yang akan diteliti mudah untuk didapatkan maka topik penelitian dapat dilanjutkan.

Keempat, pengukuran dan ketersediaan peralatan. Misalnya untuk motivasi pada contoh di atas termasuk hal yang sulit untuk diukur mengingat faktor motivasi sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika motivasi diukur berdasarkan perilaku yang tampak, maka indikator seperti tidak mudah menyerah, berdisiplin, dll dapat dijadikan acuan. Lalu siapa yang mengukur ? apakah subjek sendiri atau orang lain ?.

Dan terakhir adalah etika. Etika penelitian merupakan sekumpulan aturan mengenai apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian. Tidak membahayakan dan berpengaruh negatif terhadap subjek penelitian adalah salah satu etika penelitian yang harus dijaga. Misalnya penelitian tentang kepemimpinan di sebuah kantor. Data penelitian dikumpulkan dari angket, maka sedapat mungkin peneliti harus merahasiakan profil responden karena memuat pendapatnya tentang pimpinan.

SISTEMATIKA PROPOSAL

Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian

Bab II Landasan teori (Kajian Pustaka)
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan

Bab III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
  •   Jenis dan sumber data
  •   Instrumen
  •   Definisi Operasional (kisi-kisi)

3.5. Teknik Analisis data

3.6. Jadwal Penelitian

Daftar Pustaka

Hendry. “Menyusun Proposal Penelitian”. http://teorionline.wordpress.com/2010/01/23/menyusun-proposal-penelitian/ (diakses 3 mei 2014)

Herera, Astried . ”Teori Proposal” http://astriedherera46.blogspot.com/2014/04/tugas-4-bahasa-indonesia_22.html (di akses 3 mei 2014)

Proposal



I.            LATAR BELAKANG

Perkembangan zaman yang semakin modern, menjadi sebuah tantangan untuk manusia dalam mengembangkan kreatifitas yang telah mereka miliki. Kreatifitas yang mereka miliki diujikan atau diimplementasikan kedalam kehidupan sehari hari dalam bidang apapun yang untuk membuat sebuah inovasi agar dapat membantu meringankan pekerjaan manusia khususnya dalam bidang teknologi. Saaat ini, teknologi menjadi salah satu media yang paling popular atau paling banyak digunakan untuk menyampaikan informasi, maupun untuk membantu manusia dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya. Banyak inovasi – inovasi kreatif yang sudah diciptakan manusia.

Perbedaan Karangan



Perbedaan Karangan

Karangan fiksi adalah karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiki atau cerita rekaan biasanya berbentuk roman, novel, dan cerita pendek (cerpen). Fiksi ilmiah atau fiksi ilmu pengetahuan adalah fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau spekulasi ilmiah.

Ciri-ciri karangan fiksi :
- berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya
- dipengaruhi oleh subyektivitas pengarangnya.
- bahasa bermakna denotatif (yaitu makna sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (yaitu makna tidak sebenarnya), ekspresif (yaitu memberi bayangan suasana pribadi pengarang), sugestif (yaitu bersifat mempengaruhi pembaca), dan plastis (yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca).

Karangan nonfiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang
benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ciri-ciri tulisan nonfiksi :
- biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya.
- Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan
menggugah nalar (pikiran) pembaca.
- Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda

Sumber :
Karnadi,Yadi . 2013  “Perbedaan Karangan Fiksi dan Nonfiksi” dalam http://www.yadi82.com/2013/11/perbedaan-karangan-fiksi-dan-karangan.html (di akses 3 mei 2014)

Karangan Populer : Hari Buruh Internasional 1 Mei 2014





Hari buruh atau yang biasa di sebut Mayday tahun ini sepertinya agak sedikit berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Mayday tahun ini sudah menjadi hari libur nasional. Yang artinya saya tidak perlu melihat atau terjebak iring iringan buruh seperti tahun-tahun lalu. Ya, setidaknya ada 1 tuntutan para buruh yang –menurut saya- cukup masuk akal untuk di realisasikan. Mengapa saya bisa bilang begitu? Saya pernah membaca headline di salah satu media online “Bagi Buruh, Mendapatkan rumah layak huni masih mimpi” yang isinya berupa keluhan buruh saat demo beserta 10 tuntutan buruh nya. 

Senin, 31 Maret 2014

Metode Ilmiah dan Sikap Ilmiah



Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.

Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris. maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.

Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.      Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
2.      Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
3.      Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
4.      Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
5.      Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.


SIKAP ILMIAH

Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Triandis mendefenisikan sikap sebagai : “ An  attitude ia an idea charged with emotion  which predis poses a class of actions to aparcitular class of social situation” .Rumusan di atas diartikan bahwa sikap mengandung tiga komponen yaitu  komponen kognitif, komponen afektif dan komponen tingkah laku. Sikap selalu berkenaan dengan suatu obyek dan sikap terhadap obyek ini disertai dengan perasaan positif atau negatif.Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.

            Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa :”Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain  kecendrungan individu  untuk bertindak atau berprilaku  dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah. Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
a)      Sikap ingin tahu : apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya,maka ia beruasaha mengetahuinya
b)      Senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiwa
c)      Kebiasaan menggunakan alat indera  sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah
d)     Memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
e)      Sikap kritis :  Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat
f)       Kebiasaan menggunakan bukti – bukti pada waktu menarik kesimpulan
g)      Tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain
h)      Bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
i)        Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
j)        Sikap ingin menemukan :  Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
k)      Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan’ tidak akan berhenti melakukan kegiatan –kegiatan apabila belum selesai; terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
l)        Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argumen orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.
Lebih rinci Diederich mengidentifikasikan 19 komponen sikap ilmiah sebagai berikut :

1)      Selalu meragukan sesuatu.
2)      Percaya akan kemungkinan penyelesaian masalah.
3)      Selalu menginginkan adanya verifikasi eksprimental.
4)      T e k u n.
5)      Suka pada sesuatu yang baru.
6)      Mudah mengubah pendapat atau opini.
7)      Loyal etrhadap kebenaran.
8)      Objektif
9)      Enggan mempercayai takhyul.
10)  Menyukai penjelasan ilmiah.
11)  Selalu berusaha melengkapi pengetahuan yang dimilikinya.
12)  Tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
13)  Dapat membedakan antara hipotesis dan solusi.
14)  Menyadari perlunya asumsi.
15)  Pendapatnya bersifat fundamental.
16)  Menghargai struktur teoritis
17)  Menghargai kuantifikasi
18)  Dapat menerima penegrtian keboleh jadian dan,
19)  Dapat menerima pengertian generalisasi

Daftar Pustaka
Faiq,Muhammad.2013 “Pengertian Metode Ilmiah dan langkah-langkahnya” dalam http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-ilmiah.html (di akses 31 maret 2014)
Ulum,bahrul.2007 “Sikap Ilmiah” dalam http://blogbahrul.wordpress.com/2007/11/28/sikap-ilmiah/ (di akses 31 maret 2014)