Kamis, 21 Juni 2012

E-Commerce


Perdagangan elektronik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Sejarah perkembangan
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Faktor kunci sukses dalam e-commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1.    Menyediakan harga kompetitif
2.   Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3.   Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4.   Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5.   Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6.   Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7.   Mempermudah kegiatan perdagangan
Masalah e-commerce
1.    Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
2.   Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.
Aplikasi bisnis
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
  • E-mail dan Messaging
  • Content Management Systems
  • Dokumen, spreadsheet, database
  • Akunting dan sistem keuangan
  • Informasi pengiriman dan pemesanan
  • Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
  • Sistem pembayaran domestik dan internasional
  • Newsgroup
  • On-line Shopping
  • Conferencing
  • Online Banking/internet Banking
  • Product Digital/Non Digital
Perusahaan terkenal
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Amazon.com, dan PayPal.
Kecocokan barang
Ada beberapa barang yang cocok dijual secara elektronik seperti barang elektronik kecil, musik, piranti lunak, fotografi, dll. Barang yang tidak cocok seperti barang yang memiliki rasio harga dan berat yang rendah, barang-barang yang perlu dibaui, dipegang, dicicip, dan lain-lain.




Kamis, 21 Juni 2012
20.08 WIB

Minggu, 06 Mei 2012

Lingkungan, begitu hebatkah??


Lingkungan itu hebat ya?
Lingkungan bisa mengubah orang yang –bahkan- sangat teguh pendirianya. Dulu sekali, sahabatku terpengaruh lingkungan sekitar hingga berbalik memusuhiku. Ibuku, kakak perempuanku, juga berubah drastis karena pengaruh lingkungan. Kini ayahku juga berubah karena lingkungan. Ya memang sedikit membawa pengaruh baik, tapi menurutku jauh lebih membawa pengaruh buruk. Inikah yang di sebut labil? Aku tak tau dan tak pernah tau.


Dulu ibuku tidak memakai jilbab, aku akui lingkingan membawa perubahan baik untuk ibuku. Kini ibuku berjilbab. Pengaruh yang baik bukan? Seakan tak puas disitu, lingkungan juga membawa pengaruh buruk untuk ibuku. Dulu waktu aku masih kecil, aku masih ingat, ibuku adalah pribadi yang sangat hangat dan sangat lembut. Ibuku bahkan lebih suka menangis untuk melampiaskan emosinya dariada harus marah dan bicara kasar. Ibuku tak pernah bicara kasar padaku. Tapi lagi-lagi karena lingkungan, kini ibuku tak jarang bicara kasar. Aku muak mendengar ibuku berbicara dengan keras dan kasar. Terutama jika di depan adik dan keponakanku. Bagaimana kepribadian mereka bisa berkembang baik jika di tanamkan sifat kasar seperti itu? benar-benar tak habis pikir. Sejak kapan ibuku jadi seperti ini?


Kakak perempuanku, tadinya dia adalah sosok idolaku. Dia cantik, pintar, rajin beribadah, mampu berhemat dan sangat bertanggung jawab. Setelah memasuki dunia kerja, kakakku seperti berubah. Dia jadi sosok yang sangat menyebalkan. Dia jaddi sering berbohong pada ibuku, seperti bermuka dua di mataku. Di depan orang tuaku dia sangat sopan, dan terlihat sangat dewasa. Tapi di belakang, kakak perempuanku ini sangat boros, sangat labil dan sama sekali tidak mencerminkan sikap dewasa dalam dirinya. Keadaan semakin parah setelah kakakku menikah. Dia jadi jauh lebih menyebalkan dari siapa pun yang pernah ku temui. Inikah pengaruh hebat lingkungan?


Ayahku, aku menganalnya sebagai pribadi yang perpendirian sangat teguh. Seperti pahlawan di mataku. Ayahku mampu berhenti merokok. Mampu membiayai sekolahku hingga ke perguruan tinggi. Mampu memenuhi kebutuhanku dan adikku tanpa kekurangan sedikitpun. Aku bangga memiliki ayah seperti dia. Tapi, belakangan ini ayahku sedang dipusingkan oleh masalah-masalah hidupnya. Aku memang tak begitu mengerti. Tapi aku tau bahwa yang di tanggung oleh ayahku bukan masalah sepele. Ayahku bahkan merokok lagi dengan alasan untuk sedikit meringankan pikirannya. Ayah, maafkan aku yang hingga saat ini tak mampu membahagiakanmu. Aku hanya mampu menambah bebanmu. Maafkan anakmu ini.


Itulah lingkungan. Sedangkan aku? Aku tak ingin menjadi buruk karena lingkungan. Aku tau kemungkinan aku berubah menjadi buruk karena lingkungan sangat besar. Tapi aku harap aku tak akan pernah terjerumus ke dalamnya.


Seperti dia, entah ini pengaruh lingkunga atau kemauannya sendiri. Tapi dia menjadi sosok paling menyebalkan saak ini. Buatku muak dan kesal. Aku tak tau apa yang dipikirkannya. Tapi dia selalu saja melakukan sesuatu yang aku tak suka. Entah hanya firasatku atau apa. Tapi aku rasa dia berusaha menjadi sosok yang aku benci. Aku benci dia mengabaikanku, aku benci semua sikapnya yang seakan tak peduli padaku. Dan itu selalu berulang di hari jum’at atau sabtu. That’s cause I really hate fucking Saturday.


Untuk dia, bisakah berhenti membuatku kesal? Bisakah hargai sedikit saja perasaanku? Bisakah berhenti menjadi sosok MENYEBALKAN? Kesabaranku ada batasannya. Jujur saja aku lelah mengerti sikapmu yang selalu saja buatku kesal. Bisakah lakukan itu untukku? Kau sempat memenuhi permintaanku untuk tak pernah berubah bukan? Bisa tepati janjimu? Aku lelah menghadapi sikapmu.


Mungkin dia tak akan membaca tulisanku ini. Semoga saja, dia sadar atas apa yang sudah dia lakukan.



-D.R.A-


Menikah, Perlukah??


6 mei 2012
00.34 am
Aku terbangun dari tidurku, aku sudah bisa menebak malam ini tidurku tak akan terasa nyaman. Mungkin karena aku terlalu banyak berpikir, mungkin karena aku terlalu membenci ‘dunianya’. Aku tau harusnya aku bisa menerimanya, tapi entah mengapa rasa benciku semakin kuat. Sungguh aku sangat membenci ‘dunianya’. I REALLY HATE FVCKING SATURDAY. Untuk dia, maafkan sikap egoisku. Aku tau aku sangat egois, maafkan aku.

Sebenarnya ada satu lagi yang mengganggu pikiranku saat ini. Aku sudah mencoba untuk tidak memikirkannya. Tapi rasanya terus berputar di kepalaku. Sederhana saja sebenarnya, tapi entah mengapa terasa sangat mengganggu.

Menikah. Itulah yang sangat mengganggu pikiranku saat ini. Dulu aku sempat memimpikan sebuah pernikahan yang indah –meskipun belum tau dengan siapa-. Aku dulu –usiaku saat itu belum 17 tahun- ingin menikah dengan pesta sederhana, mengenakan gaun putih. Dulu saat usiaku belum 17 tahun, ada seseorang yang menginginkan aku menjadi isterinya, dia memberiku sebuah cincin, memegang tanganku sambil berkata ‘mau kan jadi isteriku?’. Aku sangat malu saat itu, tapi sejak saat itulah aku banyak membayangkan tentang menikah, dinikahi oleh seorang yang –saat itu- aku sayangi aku rasa adalah impian setiap wanita. Lucu jika mengingatnya, padahal aku belum lulus SMA saat itu.

Aku tak menyangka, hubunganku dengan lelaki itu harus berakhir. Meskipun hubungan kami sudah 1 tingkat di atas ‘pacaran’. Memang belum resmi, tapi dia sudah melamarku (hahaha). Sejak aku berpisah dengannya. Aku ‘sedikit’ tidak percaya dengan lelaki manapun. Kekasihku setelahnya pun pernah berbicara tentang masa depan padaku, tapi aku tak menanggapi secara serius. Dan benar saja, hubunganku dengannya tak bertahan lama. Setelah itu, sungguh aku tak ingin menikah. Aku berpikir bahwa semua lelaki sama saja, menginginkan aku untuk masa depannya tapi tak pernah berusaha mempertahankanku. Aku selalu muak tiap ada yang bertanya padaku setelah aku lulus SMA (terutama keluarga besar dari ibuku) ‘ kapan menikah’?. Aku merasa konyol tiap aku mendengar kabar bahwa temanku akan menikah. Dulu aku sangat menginginkannya. Dan sekarang mungkin aku sangat tidak menginginkannya.

Andri Pratama, sering memanggilku ‘calon isteri’. Aku tak tau apakah itu hanya sekedar bualan atau apa. Aku tak ingin menanggapi serius. Simple saja, aku masih harus menyelesaikan pendidikanku 3 tahun lagi di bangku kuliah. Dan aku masih harus membahagiakan orant tuaku setelahnya. Itu alasanku.

Tapi hari ini kata “MENIKAH” sungguh menggangguku. Begitu banyak pertanyaanku tantang kata itu. dengan siapakah aku menikah? Dimana aku akan menikah? Kapan aku akan menikah? Pentingkah sebuah pernikahan itu? haruskah seseorang menikah? Dan yang paling menggangguku, ‘INGINKAH AKU MENIKAH?’ aku tak menginginkan jawaban atas dsar agama. Aku ingin jawaban yang logis dan manusiawi. Adakah yang bisa menjawab pertanyaanku?

Bekasi, 6 mei 2012
00.58 am
-D.R.A-

Sabtu, 05 Mei 2012

Untitled


04 mei 2012
02.47 am
Apa yang membuatku terjaga hingga hari menjelang pagi seperti ini? Jika kekasihku tau aku membaca novel sampai jam 3 pagi sudah pasti dia akan marah besar padaku. Aku memang bandel, suka mengabaikan kesehatanku hingga membuat orang-orang di sekitarku khawatir, lalu dengan entengnya aku berkata “gak pa-pa kan sekali-sekali?”


Kamis, 03 Mei 2012

Children See, Children Do


Children imitate that they see around them such as smoking, talking on a phone of loud, and many more. So, make sure that you’re setting a good example. Because children do what they see. Children see, children do.