Sabtu, 03 Desember 2011

Nicky Tirta feat Vanessa Angel - Indah Cintaku


ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
dekat denganmu setiap hariku
sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
ku ingin hanya satu tuk selamanya

ku tak melihat dari sisi sempurnamu
tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
cintaku tak pernah memandang siapa kamu
tak pernah menginginkan kamu lebih
dari apa adanya dirimu selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu
selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku
sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
ku ingin hanya satu tuk selamanya
ku tak (ku tak) melihat dari sisi sempurnamu
tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
cintaku tak pernah memandang siapa kamu
tak pernah menginginkan kamu lebih
dari apa adanya dirimu selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu
selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku, cintaku
cintaku tak pernah memandang siapa kamu
tak pernah menginginkan kamu lebih
dari apa adanya dirimu selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu
selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku
sungguh indah cintaku, indah cintaku

Terimakasih, Rasya

Sudah setengah jam aku berdiri di halte bus depan kampusku. Ini merupakan kegiatanku sehari-hari setelah aku trauma mengendarai sepeda motor.  Aku pernah mngutarakan keinginanku memiliki mobil pada kedua orang tuaku, tapi bundaku menolak dengan alasan aku belum memerlukannya. Aku hanya menurut saja, tidak mau menggunakan sepeda motor yang di belikan ayahku sebagai hadiah kelulusan dan di terimanya aku di sebuah perguruan tinggi negeri nomer satu di Indonesia.
 Aku masih berdiri di halte menunggu bus angkutan umum. Kulihat langit semakin gelap menandakan akan segera turun hujan. Benar saja, gerimis mulai turun membasahi jalan raya. Tiba-tiba datang seorang anak lelaki berusia sekitar 12 atau 13 tahun membawa sebuah gitar kecil dengan pakaian lusuh. Bisa ku tebak anak lelaki ini pasti seorang pengamen. Aku sering menemui pengamen, jadi aku tak terlalu memperdulikannya. Anak lelaki itu mulai memetik gitarnya dan bernyanyi, aku sedikit memperhatikan cara anak itu bermain gitar. Sangat mahir, petikannya terdengar nyaring dan merdu di tengah hujan deras seperti sekarang. Suaranya juga cukup bagus untuk ukuran anak jalanan, sangat berbeda dengan pengamen yang sering kutemui sebelumnya.
 Selesai bernyanyi anak itu menyodorkan kantong plastik untuk meminta sedikit receh dari orang-orang di sekitarnya. Aku memasukkan selembar uang lima ribu rupiah saat anak itu menyodorkan kantongnya ke hadapanku. “terimakasih ka.” Ujarnya dengan mata berbinar. Aku hanya menjawabnya dengan senyum. Anak lelaki itu kembali berdiri di sampingku. “lagi nunggu jemputan ya kak? Apa nunggu bus?” anak lelaki itu bertanya padaku. “ha? Iya lagi nunggu bus. Tapi ko lama ya?” jawabku sedikit canggung. Aku tak terbiasa berbicara dengan orang asing yang belum ku kenal sebelumnya. Anak lelaki itu menganggukan kepalanya. “kuliah di UI ya kak? Jurusan apa?” anak lelaki itu kembali bertanya. “eh, iya. Jurusan manajemen. Rumahmu dimana de?” aku balik bertanya. “di kelapa dua kak.” Jawab anak itu tanpa menatapku. “belajar main gitar dimana dek? Mahir banget main gitarnya.” Tanya ku penasaran pada anak lelaki yang bahkan aku tidak tahu namanya. “dulu di ajarin sama ayah saya kak.” Anak itu tetap tak menatapku, seperti sedang memikirkan sesuatu. “lagi mikirin sesuatu ya de?” tanyaku penasaran. “panggil rasya aja kak, engga ko, saya suka liat hujan. Menurut saya hujan itu anugrah Tuhan yang ngga boleh di lewatin.” Jawabnya sambil tersenyum. Aku hanya menjawab dengan senyum dan kembali menatap hujan di depanku.
 Tak lama kemudian bus yang ku tunggu datang. Aku naik kedalam bus bersama dengan rasya, sang pengamen yang baru saja ku kenal. Rasya duduk di sebelahku. Aku bertanya pada rasya “kamu ngga ngemen de?.” Rasya sejenak memandangku dan kembali menatap hujan keluar jendela, “ saya ngga pernah ngemen di bus ka, kalo ngemen ya Cuma di halte seperti tadi. Saya ngga mau supir busnya ngga konsentrasi nyetir trus terjadi sesuatu. Saya ngga mau supir busnya mengalami hal yang di alami ayah saya. Dan anak-anaknya bernasib sama seperti saya.” Aku menatap rasya heran, tak mengerti dengan maksud pembicaraannya. “maksud rasya apa? Kakak ngga ngerti deh.” Tanyaku jujur pada sosok anak lelaki di sebelahku. “dulu ayah saya seorang supir bus juga kak, gara-gara pengamen yang nyanyi, naik turun bus seenaknya tanpa member aba-aba ingin turun ayah saya jadi ngga konsentrasi nyetir. Bus yang di kendarai ayah saya nabrak. Ayah saya meninggal di tempat. Setelah itu saya tinggal di rumah paman, tapi paman saya selalu bertengkar sama bibi saya karena ngga suka paman terlalu sayang sama saya. Akhirnya daripada terus jadi beban mereka, saya milih tinggal sendiri di rumah peninggalan ayah.” Aku terkejut mendengar pengakuan rasya. “ emang ibu kamu kemana de?” tanyaku agi pada rasya. “ ibu saya meninggzl pas nglahirin adek perempuan saya kak, adek perempuan saya juga udah meninggal kena DBD waktu umur 2 tahun. Jadi saya tinggal sendiri.”
Batinku terharu mendengar pengakuan rasya. Anak sekecil ini membiayai hidupnya seorang diri tanpa kasih sayang seorang ayah ataupun ibunya. “paman kamu ngga suka jengukin kamu de? Trus kamu sekolah?” tanyaku sambil menatap rasya. “saya sekolah ko kak, kelas 3 smp. Paman sama bibi pindah ke Palembang. Jadi saya disini Cuma berdua sama nenek.” “ emang umur kamu berapa de? Itu nenek kandung kamu?” lagi-lagi aku bertanya pada sosok kecil di hadapanku ini. “umur saya 13 tahun kak, saya akselerasi di sekolah. Bukan, saya ketemu nenek itu di pinggir rel kereta api. Kasian dia ngga punya keluarga sama tempat tinggal, yaudah saya ajak tinggal sama saya aja, lagian dirumah saya Cuma sendirian.” Aku kembali takjub mendengar cerita anak kecil di hadapanku, seorang pengamen masuk kelas akselerasi, mau menolong sesama. Sungguh sangat berbeda denganku. Aku yang masih memiliki kedua orang tua dan hidup berkecukupan terkadang sering sekali mengeluh untuk sesuatu yang tidak penting. “kamu biayain sekolah kamu sendiri de?” tanyaku lagi pada adik kecil di hadapanku. “iya kak, saya dapet beasiswa dari sekolah, untuk makan saya sama nenek saya ya dari hasil ngamen ini.  Alhamdulillah, saya masih bisa makan nasi sama nenek.” Lagi-lagi aku takjub mendengar pengakuan bocah di hadapanku. “saya cuma bisa bersyukur sama keadaan saya sekarang kak, saya bisa sekolah, bisa makan dan punya nenek yang sayang sama saya. Saya udah bersyukur banget.” Aku hanya diam mendengar perkataan anak kecil di hadapanku. Anak sekecil ini sudah bisa mencari uang sendiri, menhghidupi seseorang yang bahkan bukan saudaranya dan anak ini masih bisa bersyukur. Aku merasa malu pada diriku sendiri.
“saya duluan kak.” Kata anak itu sambil tersenyum dan melangkah turun dari bus. Aku membalas senyumnya dan menepuk pundaknya. “ salam buat nenek kamu ya rasya” kataku sambil menyelipkan selembar uang di kantong celana pendeknya. Rasya tersenyum dan turun dari bus, kulihat rasya melambaikan tangan pada bus yang ku tumpangi.
Aku kembali termenung menatap jalan raa yang basah karena hujan. Aku berjanji pada diriku sendiri, mulai saat ini akan lebih menghargai hidup, dan lebih bersyukur pada Tuhan. Terimakasih Rasya.


Jumat, 02 Desember 2011

Air dan Bumi Untuk Masa Depan

Surat dari manusia tahun 2070
Displaying all 2 posts.

*
Sky Yang
Yth. Manusia di tahun 2010

Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.

Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.

Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air.

Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:" JANGAN MEMBUANG BUANG AIR" Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.

Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.

Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.
Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang.

Morfologi manusia mengalami perubahan... yang menghasilkan/ melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi. Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon]

Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata.

Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.

Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. .. dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.

Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi... Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini !

Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.

Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.

Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak

AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN

Dokumen ini dipublikasi di majalah "Crónica de los Tiempos" April 2002.
over a year ago · Report

Love is You

This is How I Feel
Whenever I'm With you
Everything is all about you
To Good To Be True..

Somehow I just can believe
You can Lie Your Eyes On Me
If this is a Fairytale
I wish you will and Happily

Even thought We are apart
I can Feel You here next to me
Here and I, I would Love
Stay With Me..

Let me Love you
With all My Heart
You are the One for me
You are the Land
and My Soul

Let me Hold you
With My Arms
I Wanna feel Love again
I Wanna feel Love again
I Wanna feel Love again
And I Know, love is you

You

You

Artist: Ten 2 Five
You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times

You... I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down

You said you’d never lie again
You said this time would be so right
But then I found you were lying there by her side

You.. You turn my whole life so blue
Drowning me so deep, I just can reach myself again
You.. Successfully tore myheart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I’ve been trying to understand
You know i’m trying i’m trying

You.. I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
And now you let me down

Miracle of Love


Miracle Of Love
Aku pernah tak percaya adanya cinta, adanya sayang dan adanya jodoh..
Aku meragukan apakah aku akan memiliki seorang kekasih yang tulus mencintaiku..
Aku bahkan sudah berhenti berharap pada Tuhan agar mempertemukanku pada seseorang yang mau mengertiku..
Aku sudah tak mau lagi menyimpan harap yang selalu saja tak pernah menjadi nyata..
Aku sudah tak mau lagi mencintai dengan tulus karena aku tak pernah mendapatkan itu..
Tapi ternyata Tuhan masih ada untukku,
Tuhanku begitu menyayangiku..
Tuhanku yang ku cintai mengirimkanku seseorang yang membangun kepercayaanku pada lelaki..
Tuhanku yang kucintai mempertemukanku pada cinta yang sebenarnya..
Tuhan..
Aku jatuh cinta pada lelaki itu, lelaki yang selalu membuatku tersenyum..
Aku yang tadinya enggan untuk menaruh harap, yang enggan untuk mencintai, enggan untuk percaya..
Perlahan berani menaruh harap pada lelaki itu..
Berani mempercayai lelaki itu..
Dan, Tuhan..
Aku sangat mencintainya..
Seperti do’a yang Kau kabulkan, lelaki yang kucintai  itu menunjukkan cintanya padaku.
Memberikanku sebuah kebahagiaan yang tak pernah kudapatkan sebelumnya..
Membasuh lukaku yang dulu menyiksaku, kini sedikit demi sedikit tertutupi dan seakan menghilang dari hatiku..
Lelaki itu, seperti mentari pagi yang menyinari gelapnya hatiku, membawakan harapan bahwa dia memang seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus..
Lelaki itu mewujudkan harapanku yang hampir padam..
Saat tak ada lagi kata yang tepat untuk mengungkapkan betapa aku menyayangi lelaki itu..
Saat tak ada lagi ungkapan yang tepat untuk menggambarkan perasaanku lelaki itu..
Saat tak ada lagi yang bisa ku berikan untuk membuatmu mengerti besarnya rasa takutku kehilangan lelaki itu..
Saat itulah aku percayakan sepenuh hatiku lelaki itu..
Meskipun aku tau itu sama saja aku memberikannya racun untuk membunuhku..
Aku percaya lelaki itu tak akan pernah lakukan itu padaku..
Aku percaya lelaki itu adalah lelaki terakhir yang akan selalu mengisi hatiku hingga Tuhan yang memisahkan kita dengan cara-Nya..
Tuhan.. Aku sangat bahagia berada di sisinya dan dia berada di sisiku..
Aku percaya, kebahagiaan selalu punya cara sebelum aku menemukannya…
Seperti  saat aku menemukan kamu, lelaki yang sangat ku cintai..
Terimakasih Tuhan, Kau telah pertemukanku dengan dia..
Aku mencintaimu, Andri Pratama